Lompat ke isi

Partai Gerakan Indonesia Raya

Dari Wiki Javasatu
Partai Gerakan Indonesia Raya
Ketua umumPrabowo Subianto
Sekretaris JenderalAhmad Muzani
Ketua Fraksi di DPRAhmad Muzani
Dibentuk6 Februari 2008; 18 tahun lalu (2008-02-06)
Kantor pusatJl. RM. Harsono No. 54
Ragunan Pasar Minggu Jakarta
Selatan 12550
Sayap pemudaTIDAR (Tunas Indonesia Raya)
Sayap wanitaPIRA (Perempuan Indonesia Raya)
Sayap IslamGEMIRA (Gerakan Muslim Indonesia Raya)
Sayap KristenGEKIRA (Katolik & Protestan) (Gerakan Kristiani Indonesia Raya)
Sayap Hindu-BuddhaGEMA SADHANA (Gerakan Masyarakat Sanathana Dharma Nusantara)
Ideologi
Posisi politikSayap-kanan<ref>"Voters Are Going to the Polls in an Election Seen as a Barometer of Indonesian Secularism". Time. 15 Februari 2017. </ref>
Kursi di DPR
78 / 575
Kursi di DPRD I
288 / 2.232
Kursi di DPRD II
1.970 / 17.340
Situs web
gerindra.id

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) adalah sebuah partai politik di Indonesia. Dibentuk pada tahun 2008, Gerindra berfungsi sebagai kendaraan politik mantan jenderal Prabowo Subianto. Saat ini, Gerindra adalah partai ketiga terbesar di DPR berdasarkan hasil perolehan suara dalam pemilu legislatif 2019 dengan 78 kursi.

Pada kurun waktu 2008 hingga 2019, Gerindra memosisikan diri sebagai partai oposisi. Pasca pemilu 2019, Gerindra bergabung dengan Kabinet Indonesia Maju dibawah pimpinan Presiden Joko Widodo, meskipun sebelumnya Prabowo pernah menghadapi Joko Widodo dalam pemilihan presiden pada 2014 dan 2019.

Setelah menempati posisi akhir dalam konvensi calon presiden Partai Golkar yang digelar pada 21 April 2004, Prabowo menjabat sebagai anggota Dewan Penasihat Golkar sampai pengunduran dirinya pada 12 Juli 2008. Gerindra dibentuk pada 6 Februari 2008 atas saran adik laki-laki Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, yang turut membantu kampanye iklan partai di televisi pada jam prime-time dalam bentuk dukungan finansial.<ref>"Prabowo nominated as presidential candidate by Gerindra Party". Jakarta Post. 14 July 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 March 2016.  </ref> Prabowo ditunjuk sebagai ketua Dewan Pembina partai.

Pada Februari 2009, Gerindra mulai membentuk cabang-cabang pada tingkat provinsi dan kabupaten. Mereka mengklaim jumlah keanggotaan partai mencapai sekitar 15 juta, dengan basis pendukung di Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi.<ref>Demopoulos, Katherine (Mar 31, 2009). "Indonesia's dark-horse candidate". Asia Times Online. Diarsipkan dari versi asli tanggal April 1, 2009.  </ref>

Gerindra meraup 4,5% suara dalam pemilihan umum legislatif 2009, dan mengamankan 26 kursi di DPR.<ref>"KPU Ubah Perolehan Kursi Parpol di DPR (KPU Changes Allocations of Parties' seats in the DPR)". Indonesian General Election Commission. 14 May 2009. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 October 2014.  </ref>

Pada Februari 2011, Partai Bintang Reformasi (PBR) melebur ke dalam Gerindra.<ref>"PBR Gabung ke Gerindra" [PBR merged into Gerindra]. Detik (dalam bahasa Indonesian). February 18, 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal February 5, 2022. Diakses tanggal September 30, 2020.  </ref>

Dalam pemilihan umum legislatif 2014, perolehan suara partai melonjak hingga 11,8% dan menjadikannya partai terbesar ketiga di Indonesia.<ref>"KPU Successfully Set and Authorize Pileg Results On Time". indonesiaelectionportal.org. May 10, 2014. Diarsipkan dari versi asli tanggal October 23, 2016. Diakses tanggal May 26, 2014.  </ref> Jumlah kursi Gerindra naik tiga kali lipat dari 26 kursi pada 2009, menjadi 73 kursi pada 2014.

Setelah wafatnya Ketua Umum Gerindra, Suhardi, pada 28 Agustus 2014, Prabowo dipilih menjadi ketua umum pada 20 September 2014.<ref>Rafie, Barratut Taqiyyah, ed. (21 September 2014). "Prabowo replaces Suhardi as Gerindra chairman". Kontan.co.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 July 2020. Diakses tanggal 29 June 2020.  </ref>

Gerindra di DPR

[sunting | sunting sumber]

Sejak masuk DPR di tahun 2009, Gerindra telah mengusulkan, mengawal dan/atau menjadi penyokong beberapa UU penting:

Berikut rekam jejak Gerindra untuk beberapa isu penting yang berkembang di masyarakat:

Beberapa kader partai yang menjabat sebagai menteri dalam Kabinet Indonesia Maju adalah:

Di tingkat daerah, Gerindra telah memenangkan 336 Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2015, 2017. 2018 dan 2020. Dari 336 yang dimenangkan, 16 diantaranya adalah Pilkada tingkat Gubernur. Berikut adalah sebagian dari calon kepala daerah populer yang diusung oleh Gerindra:

Struktur kepengurusan

[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah susunan kepengurusan utama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra (2020–2025)<ref>Saputra, Muhammad Genantan. Fadil, Iqbal, ed. "Ini Struktur Kepengurusan DPP Gerindra 2020-2025". Merdeka.com. Diakses tanggal 2020-10-24. </ref>

Pencapaian pada pemilihan umum

[sunting | sunting sumber]

Pada pemilihan umum legislatif Indonesia 2009, Gerindra mendapatkan 26 kursi (4.64%) di DPR, setelah meraih 4.646.406 suara (4,5%).<ref>"Inilah Hasil Akhir Perolehan Suara Nasional Pemilu". Kompas.com. 9 Mei 2009. Diakses tanggal 10 Mei 2009. </ref> Pada pemilihan umum legislatif Indonesia 2014, Gerindra berhasil menjadi partai politik ketiga terbesar di Indonesia<ref>Dahi, Dahlan (10 April 2014). Dahi, Dahlan, ed. "Data Pemilu Legislatif 2009 vs 2014: Fenomena Gerindra dan PKB". Tribunnews.com. Diakses tanggal 11 April 2014. </ref> dan mendapatkan 73 kursi di DPR setelah meraih 14.760.371 suara (11,81%).<ref>Wibowo, Efendi Ari (14 Mei 2014). Rahmadi, Dedi, ed. "Ini perolehan kursi resmi parpol Pemilu 2014". Merdeka.com. Diakses tanggal 15 Mei 2014. </ref> Pada pemilihan umum legislatif Indonesia 2019, Gerindra berhasil menjadi partai politik kedua terbesar di Indonesia<ref>"Gerindra Peringkat Dua Pemenang Pileg, NasDem Lima Besar". CNN Indonesia. 21 Mei 2019. Diakses tanggal 1 Juli 2019. </ref> dan mendapatkan 78 kursi di DPR setelah meraih 17.594.839 suara (13,57%).<ref>Paat, Yustinus (21 Mei 2019). "Sah! PDIP Menang Pileg 2019, Gerindra Nomor Dua". Beritasatu.com. Diakses tanggal 1 Juli 2019. </ref>

Pemilihan umum legislatif

[sunting | sunting sumber]
Pemilu Total kursi Total pemilihan Persentase Hasil Status Urutan
2009
26 / 560
4.646.406 4,46% Partai baru Oposisi 8
2014
73 / 560
14.760.371 11,81% Kenaikan47 kursi Oposisi 3
2019
78 / 575
17.594.839 12,57% Kenaikan5 kursi Koalisi Pemerintah 2

Tokoh partai

[sunting | sunting sumber]

Sejak berdiri tahun 2008, Gerindra telah berhasil merekrut tokoh-tokoh populer dari berbagai latar belakang untuk bergabung dalam kepengurusan partai, diantaranya:

Organisasi sayap partai

[sunting | sunting sumber]
Berkas:KegiatanTIDAR.jpg
Sayap Partai Gerindra untuk pemuda, Tunas Indonesia Raya kerap menyelenggarakan kegiatan yang menyasar pemilih muda, misalkan kompetisi sepak bola U-15, dan diskusi politik untuk pemuda

Seperti partai politik lainnya, Partai Gerindra memiliki sayap-sayap untuk dapat mengakomodasi aspirasi dari berbagai kalangan masyarakat. Misalkan, Tunas Indonesia Raya untuk pemuda,<ref>Hafiz, Abdul (22 Oktober 2017). Tarso, ed. "Tidar Bidik Pemuda Calon Pemimpin". Tribunnews.com. Diakses tanggal 23 Oktober 2017. </ref> Perempuan Indonesia Raya untuk perempuan, dan lain sebagainya.<ref>Andwika, Rizky (18 Agustus 2018). Andwika, Rizky, ed. "Perempuan Indonesia Raya usung 8 program menangkan Prabowo-Sandiaga". Merdeka.com. Diakses tanggal 19 Agustus 2018. </ref>

Berikut ini adalah daftar lengkap organisasi sayap Partai Gerindra saat ini:

Kontroversi

[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2014, Partai Gerindra yang diwakili oleh Prabowo Subianto secara sepihak melakukan claim kemenangan pada Pemilihan Presiden Indonesia 2014<ref>Riza, Budi (2014-07-09). Riza, Budi, ed. "Klaim Menang, Prabowo-Hatta Sujud Syukur". Tempo.co. Diakses tanggal 2019-04-24. </ref> ketika bersaing dengan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, dan pada tahun 2019 Prabowo Subianto<ref>Erwanti, Marlinda Oktavia. "Tanpa Sandiaga, Prabowo Klaim Menang 62% dan Sujud Syukur". detikcom. Diakses tanggal 2019-04-24. </ref> juga secara mengejutkan kembali melakukan claim kemenangan secara sepihak kembali dilakukan pada Pemilihan Presiden Indonesia 2019<ref>Alaidrus, Fadiyah. "Prabowo Klaim Menang Pilpres 2019: Mengulang Narasi 2014". Tirto.id. Diakses tanggal 2019-04-24. </ref> berdasarkan Quick Count dan Exit Poll dari BPN Prabowo-Sandi ketika bersaing dengan pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
<references group=""></references>

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]

Templat:Parpol2024 Templat:Parpol2019

Templat:Parpol2009