11.314
suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 539: | Baris 539: | ||
}} | }} | ||
{{Perundangan bagian|Ketiga|Dana Preservasi Jalan| | {{Perundangan bagian|Ketiga|Dana Preservasi Jalan| | ||
{{Perundangan pasal|29| | |||
{{Perundangan ayat|29|1|Untuk mendukung pelayanan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang aman, selamat, tertib, dan lancar, kondisi Jalan harus dipertahankan.}} | |||
{{Perundangan ayat|29|2|Untuk mempertahankan kondisi Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diperlukan Dana Preservasi Jalan.}} | |||
{{Perundangan | |||
{{Perundangan ayat|29|3|Dana Preservasi Jalan digunakan khusus untuk kegiatan pemeliharaan, rehabilitasi, dan rekonstruksi Jalan.}} | |||
{{Perundangan | |||
{{Perundangan ayat|29|4|Dana Preservasi Jalan dapat bersumber dari Pengguna Jalan dan pengelolaannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.}} | |||
}} | }} | ||
{{Perundangan | {{Perundangan pasal|30| | ||
Pengelolaan Dana Preservasi Jalan harus dilaksanakan berdasarkan prinsip berkelanjutan, akuntabilitas, transparansi, keseimbangan, dan kesesuaian. | |||
}} | }} | ||
{{Perundangan pasal|31| | |||
Dana Preservasi Jalan dikelola oleh unit pengelola Dana Preservasi Jalan yang bertanggung jawab kepada Menteri di bidang Jalan. | |||
}} | }} | ||
{{Perundangan pasal|32| | |||
{{Perundangan pasal| | |||
Ketentuan mengenai organisasi dan tata kerja unit pengelola Dana Preservasi Jalan diatur dengan peraturan Presiden. | Ketentuan mengenai organisasi dan tata kerja unit pengelola Dana Preservasi Jalan diatur dengan peraturan Presiden. | ||
}} | }} | ||
{{Perundangan bagian|Keempat|Terminal| | }} | ||
{{Perundangan bagian|Keempat|Fungsi, Klasifikasi, dan Tipe Terminal| | |||
Paragraf 1 | Paragraf 1 | ||
| Baris 578: | Baris 564: | ||
Fungsi, Klasifikasi, dan Tipe Terminal | Fungsi, Klasifikasi, dan Tipe Terminal | ||
{{Perundangan pasal|33| | |||
{{Perundangan | {{Perundangan ayat|33|1|Untuk menunjang kelancaran perpindahan orang dan/atau barang serta keterpaduan intramoda dan antarmoda di tempat tertentu, dapat dibangun dan diselenggarakan Terminal.}} | ||
{{Perundangan | {{Perundangan ayat|33|2|Terminal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa Terminal penumpang dan/atau Terminal barang.}} | ||
}} | |||
{{Perundangan pasal|34| | |||
{{Perundangan ayat|34|1|Terminal penumpang sebagaimana dimaksud dalam [[#Pasal 33 ayat 2|Pasal 33 ayat (2)]] menurut pelayanannya dikelompokkan dalam tipe A, tipe B, dan tipe C.}} | |||
{{Perundangan ayat|34|2|Setiap tipe sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibagi dalam beberapa kelas berdasarkan intensitas Kendaraan yang dilayani.}} | |||
{{Perundangan | }} | ||
{{Perundangan pasal|35| | |||
Untuk kepentingan sendiri, badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, dan swasta dapat membangun Terminal barang sesuai dengan peraturan perundang-undangan. | Untuk kepentingan sendiri, badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, dan swasta dapat membangun Terminal barang sesuai dengan peraturan perundang-undangan. | ||
}} | |||
{{Perundangan pasal|36| | |||
Setiap Kendaraan Bermotor Umum dalam trayek wajib singgah di Terminal yang sudah ditentukan, kecuali ditetapkan lain dalam izin trayek. | Setiap Kendaraan Bermotor Umum dalam trayek wajib singgah di Terminal yang sudah ditentukan, kecuali ditetapkan lain dalam izin trayek. | ||
}} | |||
Paragraf 2 | Paragraf 2 | ||
| Baris 598: | Baris 585: | ||
Penetapan Lokasi Terminal | Penetapan Lokasi Terminal | ||
{{Perundangan pasal|37| | |||
{{Perundangan | {{Perundangan ayat|37|1|Penentuan lokasi Terminal dilakukan dengan memperhatikan rencana kebutuhan Terminal yang merupakan bagian dari Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.}} | ||
{{Perundangan | {{Perundangan ayat|37|2|Penetapan lokasi Terminal dilakukan dengan memperhatikan: | ||
a. tingkat aksesibilitas Pengguna Jasa angkutan; | a. tingkat aksesibilitas Pengguna Jasa angkutan; | ||
| Baris 620: | Baris 607: | ||
i. kelestarian lingkungan hidup.}} | i. kelestarian lingkungan hidup.}} | ||
}} | |||
Paragraf 3 | Paragraf 3 | ||
| Baris 625: | Baris 613: | ||
Fasilitas Terminal | Fasilitas Terminal | ||
{{Perundangan pasal|38| | |||
{{Perundangan | {{Perundangan ayat|38|1|Setiap penyelenggara Terminal wajib menyediakan fasilitas Terminal yang memenuhi persyaratan keselamatan dan keamanan.}} | ||
{{Perundangan | {{Perundangan ayat|38|2|Fasilitas Terminal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi fasilitas utama dan fasilitas penunjang.}} | ||
{{Perundangan | {{Perundangan ayat|38|3|Untuk menjaga kondisi fasilitas Terminal sebagaimana dimaksud pada ayat (2), penyelenggara Terminal wajib melakukan pemeliharaan.}} | ||
}} | |||
Paragraf 4 | Paragraf 4 | ||
| Baris 636: | Baris 625: | ||
Lingkungan Kerja Terminal | Lingkungan Kerja Terminal | ||
{{Perundangan pasal|39| | |||
{{Perundangan | {{Perundangan ayat|39|1|Lingkungan kerja Terminal merupakan daerah yang diperuntukkan bagi fasilitas Terminal.}} | ||
{{Perundangan | {{Perundangan ayat|39|2|Lingkungan kerja Terminal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikelola oleh penyelenggara Terminal dan digunakan untuk pelaksanaan pembangunan, pengembangan, dan pengoperasian fasilitas Terminal.}} | ||
{{Perundangan | {{Perundangan ayat|39|3|Lingkungan kerja Terminal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan peraturan daerah kabupaten/kota, khusus Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta ditetapkan dengan Peraturan Daerah Provinsi.}} | ||
}} | |||
{{Perundangan pasal|40| | |||
{{Perundangan ayat|40|1|Pembangunan Terminal harus dilengkapi dengan: | |||
{{Perundangan | |||
a. rancang bangun; | a. rancang bangun; | ||
| Baris 660: | Baris 645: | ||
e. analisis mengenai dampak lingkungan.}} | e. analisis mengenai dampak lingkungan.}} | ||
{{Perundangan | Paragraf 5 | ||
Pembangunan dan Pengoperasian Terminal | |||
{{Perundangan ayat|40|2|Pengoperasian Terminal meliputi kegiatan: | |||
a. perencanaan; | a. perencanaan; | ||
| Baris 667: | Baris 656: | ||
c. pengawasan operasional Terminal.}} | c. pengawasan operasional Terminal.}} | ||
}} | |||
{{Perundangan pasal|41| | |||
{{Perundangan ayat|41|1|Setiap penyelenggara Terminal wajib memberikan pelayanan jasa Terminal sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan.}} | |||
{{Perundangan | |||
{{Perundangan ayat|41|2|Pelayanan jasa Terminal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan retribusi yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.}} | |||
}} | |||
Paragraf 6 | Paragraf 6 | ||
| Baris 677: | Baris 669: | ||
Pengaturan Lebih Lanjut | Pengaturan Lebih Lanjut | ||
{{Perundangan pasal|42| | |||
Ketentuan lebih lanjut mengenai fungsi, klasifikasi, tipe, penetapan lokasi, fasilitas, lingkungan kerja, pembangunan, dan pengoperasian Terminal diatur dengan peraturan pemerintah. | Ketentuan lebih lanjut mengenai fungsi, klasifikasi, tipe, penetapan lokasi, fasilitas, lingkungan kerja, pembangunan, dan pengoperasian Terminal diatur dengan peraturan pemerintah. | ||
}} | |||
}} | }} | ||
}} | |||
{{Perundangan bagian|Kelima|Fasilitas Parkir| | {{Perundangan bagian|Kelima|Fasilitas Parkir| | ||
}} | |||
{{Perundangan bagian|Keenam|Fasilitas Pendukung| | |||
}} | |||
}} | |||
-break- | |||
====Pasal 43==== | ====Pasal 43==== | ||