<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.javasatu.com/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Undang-Undang_Nomor_22_Tahun_2009%2FBAB_VI%2FBagian_Kesatu</id>
	<title>Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009/BAB VI/Bagian Kesatu - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.javasatu.com/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Undang-Undang_Nomor_22_Tahun_2009%2FBAB_VI%2FBagian_Kesatu"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.javasatu.com/index.php?title=Undang-Undang_Nomor_22_Tahun_2009/BAB_VI/Bagian_Kesatu&amp;action=history"/>
	<updated>2026-04-05T07:23:47Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.40.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.javasatu.com/index.php?title=Undang-Undang_Nomor_22_Tahun_2009/BAB_VI/Bagian_Kesatu&amp;diff=10215&amp;oldid=prev</id>
		<title>Adminjavasatu: ←Membuat halaman berisi '{{Perundangan bagian|Kesatu|Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan| {{Perundangan pasal|14| {{Perundangan ayat|14|1|Untuk mewujudkan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang terpadu dilakukan pengembangan Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan untuk menghubungkan semua wilayah di daratan.}} {{Perundangan ayat|14|2|Pengembangan Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berpedoman pada Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas d...'</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.javasatu.com/index.php?title=Undang-Undang_Nomor_22_Tahun_2009/BAB_VI/Bagian_Kesatu&amp;diff=10215&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2023-10-21T23:48:23Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;←Membuat halaman berisi &amp;#039;{{Perundangan bagian|Kesatu|Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan| {{Perundangan pasal|14| {{Perundangan ayat|14|1|Untuk mewujudkan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang terpadu dilakukan pengembangan Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan untuk menghubungkan semua wilayah di daratan.}} {{Perundangan ayat|14|2|Pengembangan Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berpedoman pada Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas d...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;{{Perundangan bagian|Kesatu|Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan|&lt;br /&gt;
{{Perundangan pasal|14|&lt;br /&gt;
{{Perundangan ayat|14|1|Untuk mewujudkan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang terpadu dilakukan pengembangan Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan untuk menghubungkan semua wilayah di daratan.}}&lt;br /&gt;
{{Perundangan ayat|14|2|Pengembangan Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berpedoman pada Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sesuai dengan kebutuhan.}}&lt;br /&gt;
{{Perundangan ayat|14|3|Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nasional;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Provinsi; dan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten/Kota.}}&lt;br /&gt;
}}&lt;br /&gt;
{{Perundangan pasal|15|&lt;br /&gt;
{{Perundangan ayat|15|1|Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nasional sebagaimana dimaksud dalam [[#Pasal 14 ayat 3|Pasal 14 ayat (3)]] huruf a disusun secara berkala dengan mempertimbangkan kebutuhan transportasi dan ruang kegiatan berskala nasional.}}&lt;br /&gt;
{{Perundangan ayat|15|2|Proses penyusunan dan penetapan Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memperhatikan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional.}}&lt;br /&gt;
{{Perundangan ayat|15|3|Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nasional memuat:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. prakiraan perpindahan orang dan/atau barang menurut asal tujuan perjalanan lingkup nasional;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. arah dan kebijakan peranan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan nasional dalam keseluruhan moda transportasi;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. rencana lokasi dan kebutuhan Simpul nasional; dan d. rencana kebutuhan Ruang Lalu Lintas nasional.}}&lt;br /&gt;
}}&lt;br /&gt;
{{Perundangan pasal|16|&lt;br /&gt;
{{Perundangan ayat|16|1|Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam [[#Pasal 14 ayat 3|Pasal 14 ayat (3)]] huruf b disusun secara berkala dengan mempertimbangkan kebutuhan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan ruang kegiatan berskala provinsi.}}&lt;br /&gt;
{{Perundangan ayat|16|2|Proses penyusunan dan penetapan Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memperhatikan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi; dan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nasional.}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{{Perundangan ayat|16|3|Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Provinsi memuat:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. prakiraan perpindahan orang dan/atau barang menurut asal tujuan perjalanan lingkup provinsi;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. arah dan kebijakan peranan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan provinsi dalam keseluruhan moda transportasi;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. rencana lokasi dan kebutuhan Simpul provinsi; dan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. rencana kebutuhan Ruang Lalu Lintas provinsi.}}&lt;br /&gt;
}}&lt;br /&gt;
{{Perundangan pasal|17|&lt;br /&gt;
{{Perundangan ayat|17|1|Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud dalam [[#Pasal 14 ayat 3|Pasal 14 ayat (3)]] huruf c disusun secara berkala dengan mempertimbangkan kebutuhan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta ruang kegiatan berskala kabupaten/kota.}}&lt;br /&gt;
{{Perundangan ayat|17|2|Proses penyusunan dan penetapan Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memperhatikan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nasional;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Provinsi; dan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
e. Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota.}}&lt;br /&gt;
{{Perundangan ayat|17|3|Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten/Kota memuat:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. prakiraan perpindahan orang dan/atau barang menurut asal tujuan perjalanan lingkup kabupaten/kota;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. arah dan kebijakan peranan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan kabupaten/kota dalam keseluruhan moda transportasi;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. rencana lokasi dan kebutuhan Simpul kabupaten/kota; dan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. rencana kebutuhan Ruang Lalu Lintas kabupaten/kota.}}&lt;br /&gt;
}}&lt;br /&gt;
{{Perundangan pasal|18|&lt;br /&gt;
Ketentuan lebih lanjut mengenai penyusunan dan penetapan Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan diatur dengan peraturan pemerintah.&lt;br /&gt;
}}&amp;lt;!--/pasal 18--&amp;gt;}}&amp;lt;!--/bagian kesatu--&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Adminjavasatu</name></author>
	</entry>
</feed>